|
MALANG - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang (Unisma) bekerja sama dengan University Of Beijing mengembangkan obat-obatan herbal di Indonesia. Penandatanganan kerja sama ini sudah dilakukan kedua belah pihak, baik di Capital Medical Universtity Of Beijing maupun di Unisma Malang.
Menurut Dekan Fakultas Kedokteran Unisma, Dr Hardadi Airlangga, dalam kerja sama ini juga akan ada pertukaran mahasiswa dan dosen dari kedua belah pihak. Selain itu, kerja sama tersebut juga menyangkut materi mata kuliah tentang obat-obatan herbal. "Indonesia merupakan negara paling kaya tanaman yang bisa dijadikan obat herbal," kata Hardadi, Rabu (25/4/2012).
Saat ini, kata Hardadi, Fakultas Kedokteran Unisma melakukan penelitian untuk menciptakan obat-obatan herbal. Sebab, untuk bisa membuat obat herbal, harus melalui tahapan yang panjang. Dia mengatakan, ada tujuh tahap untuk membuat obat herbal sehingga bisa dikonsumsi untuk manusia. "Mulanya akan diuji coba ke binatang, sebelum digunakan manusia," katanya.
Keberadaan kerja sama ini diharapkan mampu memasyarakatkan penggunakan obat-obat herbal di Indonesia. Selain itu, Fakultas Kedokteran Unisma juga didukung Rumah Sakit Islam (RSI) Unisma yang nantinya akan menggunakan obat-obatan herbal buatan mereka.
Wakil Kementerian Kesehatan RI, Indah Yuning, yang hadir dalam acara penandatanganan kerja sama tersebut mengatakan, sangat mendukung langkah yang dilakukan Unisma. Indah memaparkan, saat ini ada 30 ribu tanaman obat tradisional di Indonesia. Dari jumlah itu, baru 9.000 jenis tanaman yang sudah dikembangkan menjadi obat.
"Ini potensi yang baik jika dikembangkan menjadi obat herbal," ujar Indah.(rfa)
sumber : http://kampus.okezone.com/read/2012/04/25/373/618439/unisma-beijing-kembangkan-obat-herbal
Artikel Yang InsyaAllah Terkait
|