|
::. PENGUMUMAN .::Tanggal 03-September-2010 Terakhir transaksi Online InsyaAllah,setelah tanggal tersebuti akan di layani setelah Lebaran.Demikian Harap Maklum |
Alhamdulillah Ribuan Paket Sudah Kami Kirimkan Silahkan Cek Pengiriman Kami Melalui baner di bawah ini :HOT...!!! Gratis Ongkos Kirim JABODETABEK,Bandung,Surabaya,yogyakarta,solo, semarang,cilacap,Sleman, minimal Order Rp.100.000 saja...(Tidak Berlaku Untuk pembelian Harga Grosir/Diskon) Harga Yang Tercantum Disini Adalah Harga Eceran Untuk Harga GROSIR silahkan hubungi kami via email,telephone atau sms.... |
|
::. PROMO DISKON 15% MENYAMBUT BULAN RAMADHAN .:: |
Bukti Ilmiah
|
Sunday, 11 July 2010 |
|
Tepat dihari ulang tahun, roni datang ke kantor membawa 3 kotak donat. Rekan-rekannya bergiliran menyalami, mengucapkan selamat, dan mengambil donat bertabur krim. Dalam sekejap penganan itu habis. Mereka tak sadar tengah bersiap-siap untuk gemuk. Konsumsi satu donat berarti menambah 300 kalori ke dalam tubuh. Siap gemuk? Hasil riset terbaru Pusat Kebijakan dan Promosi Nutrisi Amerika Serikat, 300 kalori dalam tubuh setara dengan aktivitas berlari santai 8 km per jam selama 77 menit. Aktivitas lain yang mampu membakar 300 kalori adalah bersepeda selama 77 menit, angkat beban (115 menit), atau bersepatu roda selama 21 menit. Nilai itu sama dengan mencuci selama 230 menit, membersihkan debu selama 92 menit, berkebun selama 66 menit, atau menyabit rumput 66 menit. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Thursday, 06 May 2010 |
|
judul Asli : Hipertiroid Tak Bikin Gondok Ke mana pun pergi kipas tak pernah lepas dari tangan andi zahra. Perempuan 45 tahun itu mudah lelah, berkeringat, dan nafsu makan turun. Hanya dalam 3 bulan, bobot tubuh anjlok menjadi 48 kg dari semula 68 kg. Zahra setinggi 165 cm tampak kurus kering. Biang keladi itu semua adalah hipertiroid alias kelenjar tiroid berlebih. Andi Zahra semula mengira keletihan itu efek samping olahraga. Ia memang gemar bermain softball. Namun, ketika ia menghentikan aktivitas olahraga, kelelahan tak kunjung sirna. Selain itu, ‘Saya kerap merasa kegerahan tanpa sebab,’ kata kelahiran 12 Maret 1964 itu.Gejala lain, diare hingga 20 kali sehari. Gangguan kesehatan itu ia rasakan selama 4 bulan. Kondisi itulah yang mendorong ia memeriksakan diri ke dokter. Hasil pemeriksaan membuktikan ia positif hipertiroid. Tiroid atau kelenjar gondok adalah organ yang berfungsi mengatur proses metabolisme tubuh seperti detak jantung dan pertumbuhan tinggi badan. Kemampuan tubuh membuat protein dipengaruhi oleh kelenjar berbobot 28,4 g itu. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Friday, 30 April 2010 |
|
Musim panas menghampiri Oregon, Amerika Serikat, ketika perempuan itu mendatangi klinik dr Fukumi Morishige MD PhD. Dokter sekaligus peneliti Linus Pauling Institute of Science and Medicine itu terperanjat bukan kepalang. Paru-paru pasien berumur 39 tahun itu bersih dari sel kanker. Padahal, 6 bulan sebelumnya sel ganas itu bercokol di organ pernapasannya. Begitu banyak kisah duka wanita itu sejak 6 bulan silam. Kanker paru-paru menjalar ke membran rongga dada. Beberapa dokter di berbagai rumahsakit yang ia kunjungi malah angkat tangan. Setiap kali pulang ke rumah, hanya rona putus asa yang tergambar di wajahnya. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Thursday, 29 April 2010 |
|
Jintan hitam ternyata biji yang populer ditanam bangsa Mesir sejak ribuan tahun silam. Kitab perjanjian lama alias Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa pada 3.400 tahun silam merekamnya dengan jelas. Dalam Yesaya 28: 25 dan 27, dilukiskan jintan hitam banyak ditanam secara tumpang sari dengan jintan putih, gandum, dan jewawut. *** |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Wednesday, 28 April 2010 |
|
Judul Asli : Fakta dari Laboratorium Sekali merangkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Maksud hati menurunkan tekanan darah , konsumsi jintan hitam juga menurunkan gula darah dan kolesterol. Itulah keampuhan Nigella sativa yang dibuktikan Dr Sedarnawati Yasni MAgr, periset di Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Ia menguji khasiat jintan hitam pada 40 tikus pengidap hipertensi, galur stroke-prone spontaneously hypertensive. Hewan percobaan itu dibagi ke dalam 2 grup: kelompok I, sebagai kontrol diberi pakan standar, dan kelompok II, pakan standar plus 7,5% bubuk jintan hitam. Perlakuan berlangsung selama 3 pekan. Setiap pekan Wati - sapaannya - mengecek tekanan darah tikus. Hasilnya, tekanan darah tikus turun sebesar 6,8% pada kelompok II, dari 138,6 menjadi 129,2 mmHg. Sedangkan kelompok I mengalami kenaikan 6,2%, dari 132,6 menjadi 138,6 mmHg. Namun, penurunan tekanan darah itu hanya berlangsung pada pekan pertama. Pengujian pada pekan berikutnya tekanan darah justru naik, baik kelompok I maupun II. Itu artinya, “Pemberian jintan hitam hanya efektif menurunkan tekanan darah selama sepekan. Setelah itu penggunaannya dihentikan dan dipakai lagi ketika tekanan darah naik kembali,” kata Wati. |
|
Selengkapnya...
|
|
| | << Awal < Sebelumnya 1 2 3 Berikutnya > Akhir >>
| | Hasil 1 - 9 dari 24 |
|