|
Monday, 19 July 2010 |
|
Banyak orang beranggapan asam urat hanya dipicu konsumsi makanan tinggi purin seperti melinjo, jeroan, dan kacang-kacangan. ‘Penyebab asam urat sangat beragam,’ kata dr Nyoman Kertia SpPD KR, spesialis penyakit dalam di subbagian reumatologi Rumahsakit dr Sardjito, Yogyakarta. Selain faktor pangan, pemicu lain adalah faktor keturunan, gangguan ginjal, dan kelebihan bobot badan. Menurut Kertia bobot tubuh berlebih mempengaruhi kerja persendian. Akibat beban itu kerap terjadi gesekan yang pada akhirnya memicu asam urat. Selain itu pola konsumsi modern yang mengandung protein hewani tinggi menjejalkan 600 - 1.000 mg purin ke dalam tubuh setiap hari. Padahal, tubuh hanya memerlukan 100 - 150 mg. Pemecahan purin itulah yang menghasilkan uric acid alias asam urat. Menurut dr Oetjoeng Handajanto, konsultan dan terapis kesehatan makanan di Bandung, Jawa Barat, asupan purin dari makanan hanya 15%. ‘Sebanyak 85% kebutuhan purin dicukupi sendiri oleh tubuh,’ kata dokter alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Essen, Jerman itu. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Sunday, 11 July 2010 |
|
Tepat dihari ulang tahun, roni datang ke kantor membawa 3 kotak donat. Rekan-rekannya bergiliran menyalami, mengucapkan selamat, dan mengambil donat bertabur krim. Dalam sekejap penganan itu habis. Mereka tak sadar tengah bersiap-siap untuk gemuk. Konsumsi satu donat berarti menambah 300 kalori ke dalam tubuh. Siap gemuk? Hasil riset terbaru Pusat Kebijakan dan Promosi Nutrisi Amerika Serikat, 300 kalori dalam tubuh setara dengan aktivitas berlari santai 8 km per jam selama 77 menit. Aktivitas lain yang mampu membakar 300 kalori adalah bersepeda selama 77 menit, angkat beban (115 menit), atau bersepatu roda selama 21 menit. Nilai itu sama dengan mencuci selama 230 menit, membersihkan debu selama 92 menit, berkebun selama 66 menit, atau menyabit rumput 66 menit. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Friday, 09 July 2010 |
|
Gara-gara warna daunnya, ia sohor dengan nama daun ungu. Menyebut namanya, ingatan langsung tertuju pada wasir atau ambeien. Secara turun-temurun, anggota famili Acanthaceae itu memang mujarab mengobati penyakit akibat membengkaknya bibir anus itu. Daun ungu tak cuma tokcer mengatasi ambeien, tetapi juga berkhasiat antiinflamasi, antiplak gigi, dan mencegah sakit ketika menopause. Reputasi daun ungu sebagai antiwasir tak perlu diragukan. Lihat pengalaman H Ahmad (bukan nama sebenarnya) yang 2 tahun mengidap wasir. Dengan konsumsi rutin segelas rebusan daun ungu 2 kali sehari, wasirnya menyingkir. 'Daun ungu mengandung pektin untuk mengembangkan saluran cerna, sehingga mempermudah defekasi dan tak menimbulkan luka atau peradangan,' ujar Prof Dr Sumali Wiryowidagdo Apt, guru besar Farmasi Universitas Indonesia. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 1 - 4 dari 240 |